Pages

Ayo nampang

Blog ini merupakan dokumentasi yang meliput kegiatan komunitas Pringwulung Gowes Community

Semua butuh perjuangan

Kami juga manusia biasa yang bisa kehabisan tenaga ketika menggowes sepda apalagi di tanjakan

Wisata plus+plus

Kegiatan gowes juga dijadikan ajang wisata mengenal peninggalan kebudayaan negeri

Siapa pun boleh ikut

Siapa pun kamu, Apa pun sepedamu, Ayo kita gowes bareng!!

Gowes to Candi Borobudur

Rute ter-amazing kami... T.O.P. pokokmen

Tampilkan postingan dengan label Minggu Pagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minggu Pagi. Tampilkan semua postingan

15.1.13

Gowes ke Tamansari, Yogyakarta





"Masa setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air). Untuk menghormati jasa istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, beliau memerintahkan Demak Tegis seorang arsitek berkebangsaan Portugis dan Bupati Madiun sebagai mandor untuk membangun sebuah istana di umbul yang terletak 500 meter selatan keraton. Istana yang dikelilingi segaran (danau buatan) dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya itu sekarang dikenal dengan nama Taman Sari." kata Masdabh Yogyes. 

Tak ada salahnya gowes mingg pagi cuma keliling kota, untungnya ini kota Jogja. Banyak tempat wisata yang dapat disinggahi, walo cuma nampang di depannya aja sih. Sepeda dibawa masuk bisa digajul gupolo. wkwkwkwk. :p

Kok tukang fotone malah ga ada fotonya ya? Ra trimo aku.. pasang foto pas gowes nang Parangtritis wae..





1.7.12

Semangat Gowes dengan New Jersey

Pakem, rute biasa yang sangat melatih fisik para goweser. Rute inilah yang kami lalui lagi untuk unjuk gigi jersey baru kami dan terus melatih fisik untuk next rute yang mungkin akan "wah".

Pose sik di Pringwulung Residence.. :D

Pose bersama tim aktif goweser Pringwulung Gowes Community



Ngasngos ceria menuju Pakem di tanjakan terakhir

Berkunjung ke lapak asesoris gowes di depan Warung Ijo


 

Ada kamera ada aksi

Siapa bilang cuma aspal yang kami jajah??

 
Soto Simbok I Paingan, warung favorit kami... jo lali nambah tempe gorengnya...

25.6.12

Gowes to Candi Barong - Candi Sojiwan - Candi Kedulan

Gowes Minggu pagi 24 Juni 2012, di saat yang lain ribut mau fun bike karena ada lebih dari 3 acara fun bike yang diadakan bersamaan di sekitaran Jogja, kami memutuskan untuk gowes wisata ke candi-candi yang masih jarang dikunjungi. 3 goweser, saya yang berkaos merah, Eko yang berkostum gowes Yogyes dan Tono yang berkaos "Security". Kok malah mbahas kaos?? Karena apa yang dikenakan ketika gowes akan sedikit banyak berdampak dengan orang yang melihat kita. Ga percaya? Ikuti cerita kami ini.

pose sebelum berangkat di area pembangunan jembatan baru Pringwulung - Selokan Mataram



Kami gowes rute yang sama ketika akan menuju Candi Boko karena kebetulan Candi Barong terletak di sebelah Timur Candi Boko. Jika goweser pernah ke sana atau mau ke sana, kalian akan sampai pada pertigaan yang ke kanan (menanjak) akan sampai ke Candi Boko, sedangkan kalau ke kiri (menurun) akan mengarah ke Candi Barong.


Menurut info, candipnri, Candi barong merupakan candi peninggalan agama Hindu yang terletak di Dusun Candisari, Bokoharjo, Prambanan. Disebut Candi Barong karena terdapat hiasan kala di relung tubuh candi yang tampak seperti Barong. Keberadaan Candi Barong yang juga bernama Candi Sari Suragedug disebutkan dalam Prasasti Ratu Baka (856 M) dalam bahasa Sansekerta dan ditulis menggunakan huruf Jawa kuno. Dalam prasasti tersebut diceritakan tentang seorang raja bernama Sri Kumbaja atau Sri Kalasodbhava yang membangun tiga 'lingga', yaitu Krttiwasalingga dengan pendamping Dewi Sri, Triyarbakalingga dengan pendamping Dewi Suralaksmi, dan Haralingga dengan pendamping Dewi Mahalaksmi. Diperkirakan bangunan yang dimaksud adalah Candi Barong. Dalam Prasasti Pereng (863 M), yang juga ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunakan huruf Jawa kuno, disebutkan bahwa pada tahun 784 Saka (860 M) Rakai Walaing Pu Kumbhayoni menganugerahkan sawah dan dua bukit di Tamwahurang untuk keperluan pemeliharaan bangunan suci Syiwa bernama Bhadraloka. Para ahli berpendapat bahwa Sri Kumbaja atau Sri Kalasodbhava adalah Pu Kumbhayani dan bangunan Syiwa yang dimaksud adalah Candi Barong.







Kembali lagi ke rute awal, tampak sebuah candi Buddha, yaitu Candi Sojiwan. Konon, Candi Sojiwan dibangun setelah terjadi komplikasi dari perkawinan politik di antara dua dinasti yang berkuasa di Jawa pada abad ke-9 M.  Saat itu wilayah Selatan dikuasai oleh wangsa Sanjaya beragama Hindu Siwa, sedangkan wilayah utara didominasi oleh wangsa Syailendra yang menganut Budha Mahayana. Perebutan pengaruh menimbulkan ketegangan sehingga ditempuh upaya perdamaian yaitu dengan menikahkan Rakai Pikatan dari wangsa Sanjaya dengan Pramodawardhani dari wangsa Syailendra, dinikahkan untuk meredam konflik tersebut. Pernikahan ini ditentang oleh saudara Pramodawardhani, yang bernama Balaputra Dewa. Maka perang pun tak terhindarkan. Balaputra Dewa berhasil dikalahkan oleh Rakai Pikatan sehingga melarikan diri ke Sumatera. Di sana dia membangun kerajaan Sriwijaya.
Sementara itu, rakai Pikatan dan isterinya bahu-membahu membangun kehidupan harmonis antara pemeluk Hindu Syiwa dengan Budha Mahayana. Mereka ingin supaya kedua agama tersebut dapat terus hidup dan berkembang dengan damai dan saling menghormati. Sebagai buktinya, Rakai Pikatan membangun candi Prambanan yang bercorak Hindu. Namun dalam radius kurang dari 5 meter, candi Hindu ini dikelilingi candi-candi Budha seperti Kalasan, Plaosan, Sewu dan Sojiwan.
Candi Sojiwan ini bercorak agama Buddha. Hal ini dibuktikan dengan bentuk candi yang memiliki beberapa stupa. Candi ini dibangun kira-kira pada pertengahan abad ke-9. Menurut beberapa prasasti yang sekarang disimpan di Museum Nasional , candi Sojiwan kurang lebih dibangun antara tahun 842 dan 850 Masehi. Candi ini dibangun kurang lebih pada saat yang sama dengan candi Plaosan.




Tidak puas dengan kunjungan 2 candi akhirnya kami blusukan mencari Candi Kedulan yang sedang dalam proses penggalian. Candi Kedulan adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Sambisari, yaitu di Dusun Kedulan, Kelurahan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8 dan ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno. Seperti halnya dengan Candi Sambisari, candi ini ditemukan terletak tiga sampai tujuh meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari gunung Merapi yang diduga kuat meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kira-kira tahun 1006). Karena jenis tanah yang berada di sekitar candi terdiri dari 13 lapisan yang berbeda, maka kemungkinan besar bahwa candi ini tertimbun lahar dalam beberapa kali letusan (13 kali... woooowwww). Jenis arsitektur dari candi ini terlihat mirip seperti gaya Candi Sambisari dan Candi Ijo.

Tips aman gratis: biar ga ditariki uang pengunjung oleh satpam..jadilah sesama satpam dan ramah ma satpamnya.. contoh real: pakai kaos bertuliskan SECURITY, :D

Mau gabung? Let's gooo...wesssss!!!


take with Samsung Galaxy Y... believe it or not

27.5.12

Gowes #19: Funbike VIVANews Gowes! Yogyes

Sedikit banyak mengutip dari VIVAnews, sebanyak 2000 peserta meriahkan VIVAnews fun bike yang berlangsung di Yogyakarta, 27 Mei 2012. Dengan start di halaman Jogja Expo Center (JEC), fun bike ini akan melewati perempatan Janti menuju perempatan Bethesda lanjut ke perempatan Gayam, Kebun Binatang Gembiraloka dan finis kembali di halaman Jogja Expo Center, dengan jarak tempuh sekitar 13 kilometer.

Ribuan peserta fun bike VIVAnews yang mengangkat tema "Gowes Yogyes, Go Online, Go Green, Gowes", mulai memadati halaman gedung JEC sekitar pukul 06.00 WIB. Start Fun Bike ini dilepas dari garis start oleh Direktur Keuangan VIVAnews, Santana Muharam.









 






Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites